Buku ini untuk menemukan dan mendeskripsikan kearifan lokal dalam sastra lisan pesisiran yang berbasis Islam dan Hindu yang mencakup (1) pengetahuan lokal, (2) sumber daya lokal, (3) keterampilan lokal, (4) nilai budaya lokal, (5) solidaritas lokal, dan (6) pengambilan keputusan lokal, dan (7) jenre sastra lisan pesisiran yang dijadikan sumber pengembangan industri kreatif wisata budaya. Model penggalian, pelestarian, dan pengembangan sastra lisan untuk dikembangkan menjadi industry kreatif akan dapat menghasilkan dana untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus sebagai bahan pengembangan wisata budaya lokal.
### Antropologi Sastra Lisan Berbasis Islam dan Hindu di Era Digital oleh Prof. Dr. H. Haris Supratno, Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., dan Aries Dwi Indriyanti, S.Kom., M.Kom. adalah karya yang mencerminkan evolusi dan peran sastra lisan di era digital. Buku ini menyelidiki kearifan lokal dalam bentuk sastra lisan yang berkembang di daerah pesisir Jawa, baik berbasis Islam maupun Hindu. Buku ini mengawali dengan latar belakang yang mendalam tentang pentingnya sastra lisan dalam masyarakat lokal, serta tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini. Penulis mencatat bahwa sastra lisan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan industri kreatif dan pariwisata, serta dapat digunakan sebagai media pendidikan karakter dan etika bagi generasi milenial. Kajian antropologi sastra lisan ini menyoroti mitos dan epos yang populer di daerah pantai pesisir Utara Jawa, seperti Mitos Gunung Bromo, Mitos Dewi Kilisuci, dan Epos Sunan Kalijaga, yang memiliki nilai budaya yang kaya. Dalam hal ini, sastra lisan tersebut tidak kalah pentingnya dengan nilai budaya asing yang semakin mempengaruhi karakter generasi muda. Buku ini juga memperkenalkan konsep antropologi sastra lisan sebagai upaya untuk memahami dan menghargai kearifan lokal, baik yang berbasis Islam maupun Hindu, dalam konteks digital saat ini. Penulis berharap kajian ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana sastra lisan dapat dijadikan sumber daya bagi pengembangan pariwisata dan kebudayaan, sambil tetap menjaga identitas lokal. Buku ini merupakan hasil kerjasama antara para penulis dan editor yang berpengalaman, dan telah diterbitkan oleh Penerbit PT. Indonesia Emas Group pada tahun 2022. Dengan dimensi 14,8 x 21 cm dan ISBN 978-623-99571-4-8, buku ini menawarkan wawasan mendalam tentang peran sastra lisan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jawa pada masa kini.
Unduh untuk perangkat lain: