Di awal 2000an, tak ada yang mengenal Nadiem Makarim, tapi saat ini siapa yang tak mengenal sosok pria lulusan Harvard ini? Mengawali kariernya sebagai co-founder Zalora, lalu mulai dikenal saat dia membesut Gojek, yaitu aplikasi ojek dengan sistem daring yang mengubah sistem transportasi di Indonesia. Belum selesai berinovasi di dunia start up transportasi, dia harus menjalani tugas negara untuk mengisi jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
"Isi Kepala Nadiem Makarim" Buku ini menyajikan kisah dan pemikiran Nadiem Makarim, seorang wirausahawan yang terkenal dengan Gojek, yang berubah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem, yang berzodiak Cancer, memulai perjalanannya di bidang bisnis di McKinsey & Company sebelum merantau ke Harvard University. Setelah itu, ia mulai merintis berbagai startup, termasuk Zalora dan Kartuku, yang tidak cukup memuaskan mimpinya untuk menciptakan bisnis yang berdampak besar pada masyarakat. Pada Oktober 2010, Nadiem dan rekan-rekannya, Michaelangelo Moran, mendirikan Gojek, sebuah perusahaan layanan transportasi online yang mengubah persepsi masyarakat terhadap ojek. Gojek tidak hanya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pelanggan, tetapi juga memberikan fleksibilitas kepada pengemudi ojek. Nadiem terus memikirkan inovasi, menghadirkan sistem yang efektif untuk menjembatani masalah dan memberikan solusi. Dengan Gojek, ia menggambarkan visi untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial. Buku ini juga mencerminkan perjalanan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, di mana ia menggabungkan pengalaman dan pemikirannya di dunia bisnis dengan tanggung jawab sosial dan pendidikan. Melalui tulisan ini, pembaca dapat memahami semangat dan filosofi Nadiem dalam membangun negeri melalui inovasi dan inisiatif sosial.
Unduh untuk perangkat lain: