Kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan, baik permasalahan akademik, sosial maupun emosional membutuhkan kemampuan yang tangguh dalam menghadapi semua kesulitan maupun tantangan yang ada. Kemampuan tersebut sering disebut sebagai kemampuan resiliensi. Mahasiswa yang memiliki resiliensi bagus akan cenderung lebih optimis dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai permasalahan maupun tantangan dalam kehidupan, termasuk dalam mencapai tujuan keberhasilan. Sementara kemampuan resiliensi salah satunya bisa didapatkan dari sharing dan komunikasi bersama dengan teman sebaya melalui kegiatan peer counseling.
Buku ini membahas tentang permasalahan remaja, khususnya mahasiswa, dalam menghadapi peralihan dari remaja menuju dewasa awal. Penulis menekankan pentingnya kemampuan resiliensi dalam mengatasi berbagai permasalahan, baik akademik, sosial, maupun emosional. Buku ini mencakup tinjauan teori dan implementasi model peer counseling, serta bagaimana model ini dapat digunakan untuk meningkatkan resiliensi remaja. Penulis juga menjelaskan tahap-tahap implementasi penelitian, keterampilan yang diperlukan dalam mengimplementasikan peer counseling, serta hasil implementasi terhadap kemampuan resiliensi remaja. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan hidup dan meningkatkan kemandirian mereka. --- Selain itu, buku ini juga memuat analisis permasalahan mahasiswa, efektivitas peer counseling, dan perubahan resiliensi mahasiswa setelah diberikan perlakuan. Penulis berharap, melalui pengetahuan dan pemahaman yang diberikan dalam buku ini, dapat membantu mahasiswa untuk lebih mandiri dan optimis dalam menghadapi berbagai permasalahan.
Unduh untuk perangkat lain: