Belajar tidak mengenal batas usia, gender dan status sosial.
### Di kantor Dinas Perikanan, suasana kerja terasa biasa-biasa saja. May, seorang pegawai yang sudah berpengalaman, duduk di meja kerjanya sambil memandang layar Nokia jadulnya. Tiba-tiba, teman kerjanya Dwi memberikan informasi penting tentang beasiswa yang bisa May lamar. Meski May merasa kesal karena informasi tersebut diberikan saat sudah hampir jatuh tempo, dia segera pergi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melihat pengumuman. Pulang ke kantor, May mulai mempersiapkan diri untuk melamar beasiswa. Dia ingat kembali keinginannya melanjutkan pendidikan yang terhambat karena syarat dan kekhawatiran mengenai anaknya. Dengan semangat baru, May memutuskan untuk mendaftar. Tiga bulan kemudian, May dikejutkan dengan pengumuman yang menunjukkan dia lolos seleksi. Keberhasilan ini membuka pintu baru dalam karir dan hidupnya, mengingatinya kembali pada masa lalu ketika dia pertama kali berharap bisa melanjutkan pendidikan. Cover belakang buku ini mencerminkan perjalanan May dari rutinitas monoton ke harapan baru, melalui berbagai kenangan dan pengalaman.
Unduh untuk perangkat lain: