Tara berbeda dengan Gilang, saudaranya. Jika Gilang jadi kebanggaan orang tua, Tara justru sering bermasalah. Bahkan teman-temannya tidak mau berteman dengan Tara karena dia anak yang bodoh. Hingga kedua orang tuanya memasukkan Tara ke tempat rehabilitasi karena sudah tidak tahan dengan Tara yang emosinya suka meledak-ledak. Sebuah Kotak musik pemberian Luna membawa perubahan pada diri Tara. Kemajuan yang sangat pesat. Dalam waktu yng singkat, Tara sudah menjadi sangat cemerlang. Dia mampu menjawab dengan cepat perhitungan, membaca sangat lancar, dan mampu mengajari teman-temannya. Tara juga berhasil bermain piano cukup memukau di acara pentas seni yang digelar tertutup hanya untuk keluarga besar Guna Bhakti.
### --- Sebuah cerita menggugah perasaan tentang Tara, seorang remaja yang sering membuat masalah di rumah. Ayahnya, yang sudah merasa pusing menghadapi perilaku naasara Tara, mencoba meredam amarahnya dengan memarahi anaknya. Di sisi lain, ibu Tara hanya bisa berharap-harap cemas. Gilang, saudara kandung Tara, mencoba membantu dengan menawarkan diri untuk mengurus Tara, namun tidak berhasil mengubah situasi. Peristiwa yang mengejutkan terjadi ketika Gilang mencoba masuk ke kamar Tara dan malah menimbulkan pertumpahan darah. Cerita ini menggambarkan bagaimana Tara menghadapi tekanan dari teman sebaya yang memfitnahnya, mengakibatkan pertengkaran fisik yang mengejutkan. Dalam keadaan demikian, Tara menunjukkan sisi perangkatannya yang kuat, mengalahkan teman sebaya yang memfitnahnya. Namun, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan tentang cara mendidik dan memahami anak-anak yang memiliki temperamen berbeda. --- ini mencoba merangkum inti cerita dan konflik yang terjadi dalam bab pertama, tanpa menyertakan detail spesifik yang mungkin tidak relevan untuk cover buku.
Unduh untuk perangkat lain: