Buku ini tentang Self-improvement bangkit dari keterpurukan, bukan tentang cinta yang sekadar bucin-bucinan, tapi lebih dari itu, tapi juga alam, keluarga lingkungan sosial yang relate dengan kehidupan zaman sekarang. “Kecewa yang berulang, kebahagiaan yang tak mudah didapat, juga harapan yang tak selalu berakhir indah. Sebab, selama masih mencintai manusia, maka yang diri ini dapatkan adalah perasaan setara; luka dan bahagia".
Sebatas Pernah adalah karya sastra yang mengisahkan perjalanan cinta yang serba salah. Buku ini menyoroti perjuangan seorang penulis dalam memilih setia sebagai alasan utama dalam hubungan. Dalam hal ini, penulis mencoba untuk bersikap sabar dan keikhlasan, namun pergi menjadi jalan terakhir yang dipilih untuk mengakhiri kisah. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa bahagia dan luka akan selalu ada dalam proses cinta, namun pada akhirnya, setiap orang perlu mendewasakan diri melalui perpisahan. singkat buku ini menggambarkan perjuangan dan pertarungan emosional antara cinta dan kehidupan yang lebih luas.
Unduh untuk perangkat lain: