Saat penyesalan menghampiri, menengadahlah pada-Nya. Hanya saja, itu tak berlaku pada Giska. Dia malah berprasangka buruk terhadap-Nya. Dia semakin melakukan kemaksiatan. Dia merasa hidup yang direncanakannya berjalan baik tanpa-Nya. Namun, Tuhan punya cara untuk menyadarkan umat-Nya. Seperti juga yang terjadi pada Raga dan Aley. Rasa cinta tumbuh di antara keduanya, yang semestinya tak boleh ada. Akankah Giska bertobat agar Sang Pencipta memeluknya kembali sebagai umat-Nya? Mengapa cinta tak boleh ada di antara Raga dan Aley? Ayo, cari tahu kisah menarik mereka dalam buku kumpulan cerpen berjudul Jembatan Pensil ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.