Sekarang Muhtar duduk di hadapanku. Kembali memintaku untuk mau menikah dengan Muhtar. Katanya sejak jadi muridku Muhtar sudah tertarik kepadaku. Sering sekali Muhtar memperhatikanku secara diam-diam terutama kalau sedang nonton TV bareng di kontrakanku. Bahkan menambah semangat belajar ketika aku mengajar di kelas Muhtar yakni dengan hanya melihat wajahku secara langsung. Waktu itu Muhtar mengira hanya cinta monyet. Tapi setelah lulus SMA, kuliah bahkan setelah bekerja Muhtar tak dapat menghilangkan rasa cintanya kepadaku. Ketika berumah tangga pun Muhtar tetap selalu mencintaiku. Bahkan sampai sekarang. Itu pengakuan Muhtar sambil tak lepas memegang tanganku.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.