Krisis ekonomi menurunkan kemampuan dalam penyediaan jasa pelayanan sarana dan prasarana, terutama karena berkurangnya kemampuan pendanaan dalam memenuhi kebutuhan operasi dan pemeliharaan jaringan sarana dan prasarana fisik yang ada. Di sisi lain kemampuan ekonomi nasional cukup terbatas, baik dana yang berasal dari pemerintah maupun swasta. Sementara tingkat penggunaan dana belanja masyarakat selalu mengalami peningkatan. Ilmu ekonomi pembangunan mengacu pada masalah-masalah perkembangan ekonomi di negara-negara terbelakang. Ekonomi pembangunan dalam perspektif Islam jika ditelusuri sesungguhnya telah berlangsung sejak zaman Nabi Ibrahim a.s sampai datangnya Rasulullah Muhammad saw. (571-632 M).
Buku "Pembangunan Ekonomi Dalam Islam" oleh Dr. Djumadi, M.Hi., merupakan kajian mendalam tentang bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam telah terwujud sejak zaman lama hingga masa kini. Buku ini mencakup konsep ekonomi pembangunan, teori ekonomi Islam, dan sejarahnya. Penulis menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad saw., sebagai pemimpin, telah mengimplementasikan prinsip-prinsip keadilan (al-kits) dalam manajemen ekonomi melalui penggunaan zakat, kharaj, dan jizyah. Buku ini juga mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ini berdampak pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, buku ini menyajikan analisis terhadap pengaruh konsep ekonomi Islam dalam konteks modern dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan pada pembangunan ekonomi negara-negara terbelakang. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pembaca, terutama para peneliti ekonomi syariah dan praktisi ekonomi dalam mengembangkan model pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Unduh untuk perangkat lain: