Kehidupan iman seseorang hendaknya didasari pada sebuah pengalaman nyata supaya bermakna dan tidak hanya sekedar konseptual saja sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Iman seseorang itu bagaikan pohon yang harus berbuah kebaikan, kebenaran, keadilan, kasih, damai, kegembiraan dan kebahagiaan. Pengalaman akan Yang Ilahi hendaknya menukik artinya perjumpaan yang sungguh menyentuh hati, rasa, pikiran dan bahkan totalitas pribadi manusia. Iman Katolik perlu berakar pada budaya lokal sehingga tidak terjadi sinkretisme, ambiguitas, absurditas dan kekosongan makna dalam praktek keagamaan dan keimanan. Agama dan Tuhan tidak boleh diseret
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.