Di kebun Saida, terdapat bunga melati dan bunga mawar. Saida sangat suka bunga melati dibandingkan bunga mawar. Oleh sebab itu, bunga melati menjadi sombong. Lalu, bagaimanakah nasib bunga mawar?
### Di halaman rumah Saida, tumbuh dua bunga yang berdampingan melati dan mawar. Melati, dengan bau harumnya, menjadi teman setia Saida, sementara mawar, dengan duri-duri berbahaya, cenderung tidak disukai. Melati menjadi sombong setelah bunganya mekar dan bauannya semerbak. Kekagumannya terhadap diri sendiri membuatnya mengejek mawar, yang hanya bisa menangis dalam ketidakberdayaan. Tiba-tiba, datanglah serangga walang sangit yang menyengat, hinggap di bunga melati yang mekar. Saida, yang selama ini menghindari mawar, menghalau serangga-serangga tersebut. Melati akhirnya merasa malu dan minta maaf kepada mawar, yang bangga bisa membantu temannya. Melalui peristiwa ini, keduanya kembali bersahabat, menunjukkan pentingnya saling toleransi dan bermanfaat bagi teman.
Unduh untuk perangkat lain: