Rasa yang tak akan pernah lepas dari setiap insan. Tak ada yang bisa menolak itu. Kami hanya ingin mewakili hati-hati yang merasakan cinta dan patah. Menyelami sebuah rasa yang telah Allah titipkan.
/tehtext Puisi cintaku terlahir Dari lentik matamu Alis tebalmu Dan teduh tatapmu Puisi runtuhku terlahir Dari lebam jantung Genggaman yang terlepas Dan cinta yang terabai Puisiku berkeliaran Dari riwayat murung Hela pasrah Dan embusan kecemasan Sikapmu kala itu hampir membuatku salah arti Kamu terlihat begitu peduli Seolah aku begitu berarti Padahal sering kutemui dirimu yang abai Atau mungkin aku yang mulai lupa Lupa bahwa posisiku hanya sekedar teman Lupa bahwa dia berlaku biasa saja ----- Aku saja yang terlalu berharap Aku telah kehilangan kamu setiap harinya. Lantas siapa lagi daftar nama yang sedang Ia rencanakan agar aku kembali diuji dengan keikhlasan? Pantaskah aku merasa kehilangan? Sedang aku tahu kau bukanlah milikku Lalu apa yang harus kulakukan? Rasanya begitu sesak Ketika kamu pergi meninggalkanku Namun aku tak berdaya Sekedar memintamu untuk tetap tinggal Mari menjadi egois untuk hari ini saja. Menjadi hati yang tak miliki rasa, menjadi diri yang berkuasa atas kepergian-kepergian beralaskan takdir. Cinta bukanlah sekedar retorika Tapi cinta harus dibuktikan dengan nyata Jika hanya mampu berkata Maka dipastikan cintamu penuh dusta Tapi jika terwujud nyata dengan tindakan Maka cintamu benar adanya Perempuan di seberang sana mengira Puisi hanyalah omong kosong Selindung Kata, karya joint penulisan Teh Dudew dan Hilda Revika, merupakan kumpulan puisi cinta yang menggambarkan perjalanan emosi dan perubahan perspektif seorang wanita yang mencintai seorang pria, namun cinta itu tak sesederhana puisi. Melalui puisi-puisi yang penuh perasaan, karya ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa cinta bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang tindakan nyata.
Unduh untuk perangkat lain: