Buku ini berjudul Santri Kota Tasikmalaya Menulis. Berisi 75 tulisan santri Kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa pesantren di Kota Tasikmalaya. Ada 6 bagian di dalamnya. Terkumpul pada 4 tema besar seputar kepesantrenan, keulamaan, kesantrian, dan juga tema Islam di Indonesia. Di buku ini, para santri ditantang untuk menuliskan apa yang dibaca, apa yang dipikirkan, dan apa yang dialami. Menuliskan apa yang dibaca berarti di dalamnya ada rujukan yang bersumber dari kitab kuning dan buku. Menuliskan apa yang dipikirkan berarti menulis gagasan dan temuan yang bersumber dari pengamatan, bahkan juga asumsi dengan argumennya. Menuliskan apa yang dialami berarti menuliskan pengalaman pribadi yang memiliki nilai yang bisa diinspirasikan kepada pihak pembaca. Buku ini buku pertama yang dikompilasi dari potensi-potensi terbaik santri Kota Tasikmalaya. Didedikasikan dalam momentum Hari Santri Nasional tahun 2022. Sebagai Langkah awal tentu banyak hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan ke depannya. Sebagai karya pertama, pasti menghadirkan penasaran dan tantangan untuk mencipta karya kedua, ketiga, dan seterusnya, sebagai yang pertama, ada nilai kepeloporan di dalamnya. Pepatah Arab mengatakan ?Al-fadhlu lilmubtadi, wa in ahsana al-muqtadi?, atau ?Al-fadhlu lissabiq, wa in ahsana al-lahiq?, atau Ibnu Malik dalam Alfiyah-nya menyatakan ?Wa huwa bisabqin haizun tafdhila?. Meski tang mengikuti lebih baik, tetap saja yang utama adalah yang pertama. Semoga buku memberi multi manfaat. Amin.
Buku "Santri Kota Tasikmalaya Menulis" merupakan kumpulan karya tulis dari para santri yang berdomisili di Kota Tasikmalaya. Buku ini mencerminkan dedikasi dan kreativitas para santri dalam bidang menulis, sekaligus menggambarkan proses belajar mengajar di pesantren dan kehidupan sehari-hari di Kota Tasikmalaya. Karya-karya dalam buku ini menunjukkan berbagai aspek dari kehidupan santri, mulai dari refleksi spiritual, cerita kehidupan sehari-hari, hingga pemikiran akademis. Buku ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan para santri dalam menulis, tetapi juga memperkokoh posisi Kota Tasikmalaya sebagai "Kota Santri". Dengan berbagai genre tulisan dan gaya bahasa yang beragam, buku ini berharap dapat memberikan inspirasi bagi para santri lainnya, baik di Kota Tasikmalaya maupun di berbagai daerah di tanah air. Buku ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan bagi dunia kepesantrenan Kota Tasikmalaya dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Buku dengan ketebalan 405 halaman ini merupakan kekayaan bagi dunia kepesantrenan Kota Tasikmalaya dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kehidupan beragama yang lebih baik.
Unduh untuk perangkat lain: