Pendidikan melalui pendekatan etnopedagogi, memandang pengetahuan atau kearifan lokal (local knowledge, local wisdom) sebagai sumber inovasi dan keterampilan yang dapat diberdayakan demi kesejahteraan masyarakat. Kearifan lokal adalah koleksi fakta, konsep, kepercayaan, dan persepsi masyarakat ihwal dunia sekitar. Singkatnya, kearifan lokal adalah proses bagaimana pengetahuan dihasilkan, disimpan, diterapkan, dikelola, dan diwariskan dari generasi ke generasi secara turun-temurun.
### Etnopedagogi Landasan Praktek Pendidikan dan Pendidikan Guru oleh A. Chaedar Alwasilah, Karim Suryadi, dan Tri Karyono merupakan sebuah karya yang menggali keunikan pendidikan di Indonesia, khususnya melalui paradigma etnopedagogi. Buku ini berfokus pada pengembangan pendidikan yang menghargai kearifan lokal dan budaya lokal (local wisdom) sebagai landasan praktis dalam proses belajar mengajar. Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian penting. Mulai dari latar belakang penulisan, yang menjelaskan permasalahan pendidikan modern dan kebutuhan untuk menjaga identitas budaya lokal. Berikutnya, penulis mengeksplorasi pengalaman Jepang dan China dalam menjaga budaya sambil memperkaya ekonomi dan teknologi, pertanyaan yang menarik untuk Indonesia. Bagian selanjutnya membahas kerangka pikir dan agenda kegiatan, yang mengarah pada konsep etnopedagogi. Etnopedagogi disajikan sebagai metode atau paradigma pendidikan yang menghargai dan memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan dan metode belajar. Penulis mengilustrasikan beberapa kasus etnopedagogi di daerah Sunda, menunjukkan praktik yang sesuai dengan konteks lokal. Bagian berikutnya membahas ciri-ciri masyarakat modern, menggagas etnopedagogi sebagai jalan bijak menuju revitalisasi pendidikan, dan mendiskusikan tujuh materi yang mendukung visi pendidikan masa depan. Dalam hal ini, penulis menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan local wisdom sebagai dasar pendidikan yang relevan dan efektif. Penulis juga membahas prinsip-prinsip etnopedagogi, seperti keterkaitan pengetahuan, mengajarkan kondisi manusiawi, dan menghadapi ketidakpastian. Semua prinsip ini dirancang untuk membantu guru dan siswa dalam proses belajar yang lebih bermakna dan terkait dengan kehidupan nyata. Kesimpulan dan rekomendasi diakhiri dengan pengantar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mengembangkan etnopedagogi, basic science, dan research-based teaching university. UPI yakin bahwa setiap etnis di Indonesia memiliki kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai aset pendidikan. Buku ini tidak hanya menjadi panduan teoritis, namun juga praktis, memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana memanfaatkan kearifan lokal dalam pendidikan.
Unduh untuk perangkat lain: