Nyi Haji Saonah ngadongengkeun pangalaman si kuring nu aya pikir kadua leutik ka hiji wanoja, tapi teu nepi ka kabiruyungan hirup babarengan. Kilang kitu ari duriat mah teu nepi ka pegat. Nya lebah dinya pisan naon nu dicaritakeun ku Syarif Amin teh estu nodel mamaras rasa...Cek pangrasa, Nyi Haji Saonah mah aya punjulna. Najan nu ieu ge teu kaasup roman nu gandeng, tapi aya kasang sajarahna. Kagambarkeun, upamana bae, sakumaha riweuhna jaman dar der dor di pilemburan alatan digalaksak ku gorombolan.... — Hawe Setiawan
Buku "Manéhna" oleh Nyi Haji Saonah Buku "Manéhna" adalah karya novel yang menarik dan menggambarkan kehidupan sosial dan budaya Sunda di era 1980-an. Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing membahas topik-topik penting yang mengilustrasikan realitas sosial dan ekonomi masyarakat Sunda. Pada bagian pertama, kisah dimulai dengan perjalanan seorang tukang kusir yang bernama Kusir, yang mengantarkan muatan dari sawah ke tukang. Selama perjalanannya, Kusir mengalami berbagai situasi menarik, termasuk interaksi dengan lebah kadalina yang menjadi simbol kehidupan dan nasib yang tak menentu. Bagian kedua menggambarkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Sunda yang ditangkap melalui cerita tentang pelaku hutang, nyi Haji Saonah, dan perjalanannya menghadapi utang. Cerita ini menunjukkan bagaimana masyarakat Sunda pada era tersebut mengatasi tantangan ekonomi dan sosial. Pada bagian ketiga, kisah penerbitan buku dan karir literatur Nyi Haji Saonah diangkat dengan rinci. Nyi Haji Saonah, seorang penulis yang berpengaruh dalam dunia sastra Sunda, memperjuangkan kemerdekaan sastra Sunda melalui karyanya. Cerita ini mencerminkan perjuangan tokoh-tokoh perintis sastra Indonesia, termasuk Nyi Haji Saonah, dalam mempertahankan identitas sastra lokal. Buku ini tidak hanya menjadi narasi tentang kehidupan nyata, tetapi juga refleksi tentang bagaimana sastra dan literatur dapat menjadi alat untuk memperjuangkan identitas budaya dan keberagaman. Melalui kisah-kisah yang dipaparkan, pembaca dapat memahami dinamika sosial dan budaya Sunda di era 1980-an, serta perjuangan para penulis dalam membentuk identitas sastra yang unik dan kaya. Buku "Manéhna" merupakan karya yang mendalam dan berarti, yang memberikan wawasan yang luas tentang kehidupan sosial, budaya, dan literatur Sunda di era tertentu.
Unduh untuk perangkat lain: