Gelapnya malam tak selalu menyimpan luka. Adakanya justru jadi tempat paling indah untuk bercengkerama. Di tengah gulita yang pekat, ada ketenangan yang layak dijadikan kesempatan berceloteh dengan Tuhan. Segala rasa dapat ditumpahkan. Hari-hari yang terik, tanah-tanah yang tandus, jalan-jalan yang terjal, dan segala pernak-pernik kehidupan dapat dipahatkan pada dinding-dinding malam yang tenang. Cahaya rembulan akan memancarkan kedamaian. Gemerlap gemintang akan menaburkan keindahan. Kumpulan puisi dalam Celoteh Malam ini adalah rangkuman kehidupan. Diksi-diksinya adalah ungkapan suci yang keluar dari jiwa yang bersih. Bait-baitnya adalah perwakilan rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
### "Celoteh Malam" oleh Deswita Buku "Celoteh Malam" merupakan rangkuman puisi yang menggambarkan perasaan dan refleksi kehidupan sang penyair, Deswita. Dalam kumpulan puisi ini, Deswita menyampaikan pesan-pesan kehidupan dan moral sosial melalui bait-bait yang cantik dan penuh makna. Setiap puisi membawa kita pada perjalanan emosional yang beragam, mulai dari rasa rindu, kesendirian, hingga kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Upaya Deswita dalam mensyukuri kebesaran Allah melalui puisi ini patut diapresiasi, dengan bahasa yang indah dan penuh doa. Total ada 79 puisi dalam buku ini, yang tak hanya menjadi refleksi diri bagi penyair, tetapi juga pesan universal bagi semua pembaca. Buku ini adalah bukti nyata dari upaya Deswita untuk berbagi perasaan dan pengalaman melalui medium puisi.
Unduh untuk perangkat lain: