Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi berupa makanan tradisional (makanan dan minuman) yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata kuliner. Makanan tradisional bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengetahui budaya dan warisan lokal. Keinginan untuk berwisata dan mencicipi hidangan unik dan otentik menjadi salah satu motivasi terbesar dalam industri pariwisata. Dalam pengembangannya, Pemangku kepentingan dan pemain kunci dalam pariwisata yaitu pengusaha, masyarakat/komunitas, pemerintah, media dan akademia. Pemain kunci inilah yang oleh Kementerian Pariwisata biasa disebut dengan istilah pentahelix karena saling membutuhkan dan harus saling berkolaborasi serta kompak dalam mendukung pengembangan kepariwisataan. Hal itu menegaskan bahwa makanan tradisional sebagai daya tarik wisata kuliner dipengaruhi oleh wisatawan dan pemangku kepentingan pariwisata (masyarakat, pengusaha/pengelola usaha, dan pemerintah) serta memerlukan strategi dalam pengembangannya. Untuk menyusun strategi pengembangan wisata kuliner sebagai daya tarik wisata di DI Yogyakarta diperlukan penelitian. Penelitian tersebut digunakan untuk mengetahui konsep tentang strategi pengembangan wisata, makanan tradisional, daya tarik wisata, wisata kuliner, serta stakeholder. Buku ini berisi penelitian yang diharapkan akan mampu memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka pengembangan wisata kuliner melalui makanan tradisional di DI Yogyakarta.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.