Aku terus berjalan dan merasa belum pernah sampai padamu. Setiap persinggahan adalah siasat menyusun rencana ke jalan-jalan berikutnya.
### Buku ini menggambarkan perjalanan emosional dan kreatif melalui sejumlah puisi yang ditulis oleh Tjak S. Parlan. Mulai dari "Hutan Kopi di Rambutmu" yang menggambarkan sentimen pribadi dan kenangan, hingga "Kelak Akan Seperti Ini" yang mencerminkan harapan dan keinginan. Puisi-puisi dalam "Cinta Tak Pernah Fanatik" memaparkan pemikiran kritis tentang cinta yang tenang dan tidak fanatik. Penulis juga membagikan pengalaman perpisahan dalam "Dari Bandara", sementara "Sore Ini, Aku Sepotong Sungai" mencerminkan perasaan melalu metafora alam. Buku ini menawarkan pandangan unik tentang hidup, cinta, dan kehidupan melalui bahasa dan gambaran emosional yang kuat.
Unduh untuk perangkat lain: