Siapa yang tak kenal badak? Hewan pemakan tumbuhan ini memiliki ciri khas berupa cula di hidungnya. Hewan dapat ditemukan di Indonesia, bahkan terdapat dua jenis badak di Indonesia, yaitu badak Sumatera yang bercula dua dan badak Jawa bercula satu. Hewan ini memiliki kebiasaan hidup yang unik yang berbeda dengan hewan lainnya. Hewan ini dikategorikan sebagai hewan langka yang hampir punah atau hewan langka. Jumlah badak Sumatera dan badak Jawa yang jumlahnya hanya tinggal beberapa ratus ekor di alam liar. Perburuan liar dan kerusakan habitatnya menyebabkan berkurangnya jumlah hewan ini. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dan dunia menyatakan hewan ini adalah hewan langka yang patut dilindungi. Ayo, kita jaga dan lindungi hewan langka ini!
### Buku ini berfokus pada spesies hewan langka yang unik, yaitu badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Badak Jawa dikenal sebagai salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar di masa lalu, meskipun sekarang terbatas di hampir seluruh wilayah Nusantara, sepanjang Asia Tenggara, India, dan Tiongkok. Hewan ini memiliki ciri khas berindra penciuman dan pendengaran yang baik, tetapi memiliki indra penglihatan yang buruk. Kulit badak Jawa memiliki pola mosaik alami yang membuatnya memiliki perisai, dan berwarna abu-abu atau abu-abu kecokelatan. Badak Jawa jantan mencapai fase dewasa setelah 10 tahun, sedangkan badak betina pada usia 5-7 tahun. Badak jawa diperkirakan memiliki umur hidup sekitar 30-45 tahun di alam bebas. Badak Jawa memiliki tubuh berukuran antara 900 hingga 2.300 kilogram, dengan panjang badan 2-4 meter dan tinggi 1,7 meter. Bibir badak Jawa panjang dan meruncing, membantu mereka mengambil daun dan ranting. Badak Jawa jarang menggunakan culanya dan lebih memilih untuk menghindari manusia. Namun, mereka akan menyerang jika merasa diganggu. Badak Jawa pernah menjadi hewan yang banyak menyebar, tetapi sekarang menjadi spesies yang langka yang memerlukan perlindungan. Buku ini juga menyebutkan bahwa badak Jawa ditemukan di daerah gunung-gunung di Jawa Barat, dan dibandingkan dengan badak lainnya, badak Jawa lebih kecil daripada badak India dan hampir sama besar dengan badak hitam. Badak Jawa adalah salah satu dari lima jenis badak yang masih tersisa di dunia, yaitu badak putih (Ceratotherium sp), badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), badak hitam (Diceros simus), dan badak bercula satu berbadan besar/badak India (Rhinoceros unicornis). Kehadiran badak Jawa di peringatan Hari Badak Sedunia pada 22 September mengingatkan pentingnya perlindungan dan pengelolaan habitat hewan langka ini. Buku ini tidak hanya memberikan informasi tentang badak Jawa, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan perlindungan hewan langka.
Unduh untuk perangkat lain: