Rama Iswara dan mobil VW Kodok sungguh sejoli. Tentu saja, banyak orang lain pun memiliki mobil serupa. Namun, menjadi sejoli, itulah pembedanya. Untuk menjadi sejoli, betul-betul dibutuhkan relasi hati yang mendalam, memahami, dan mau memberikan diri. Untuk menjadi sejoli dengan VW Kodoknya, seperti dikisahkan dalam buku ini, Rama Iswara jauh-jauh waktu sudah merindukannya sejak kanak-kanak. Dua puluh lima kisah dalam buku ini menggambarkan dengan sederhana tetapi penuh makna perjalanan dua sejoli itu. Ya, Rama Iswara dan si VW Kodoknya. Ibaratnya, perjalanan Rama Iswara adalah perjalanan si Kodok, dan sebaliknya, perjalanan si Kodok adalah perjalanan Rama Iswara. Kisah-kisah sederhana tersebut mengandung makna dan nilai yang sungguh mendalam dan menyadarkan kita sebenarnya kita pun dipilih oleh Allah untuk menjadi pasangan sejoli-Nya. Bersediakah kita menjadi pasangan sejoli bagi Allah? (Mintara Sufiyanta, SJ dalam Sekapur Sirih)
### "Penggalan Kisah Bersama Si Kodok Memetik Makna dari Hidup Keseharian" Buku ini menggambarkan perjalanan pribadi Y.I. Iswarahadi, S.J., yang merenungkan pengalaman sehari-hari selama kurang lebih dua puluh tahun terakhir. Dalam buku yang berisi 25 kisah pilihan, penulis merangkum pengalaman-pengalaman yang seakan-akan menemukan Tuhan dalam setiap momen kehidupan. Kisah-kisah ini, yang mencerminkan perjuangan, kebahagiaan, dan rasa rindu, membakar semangat penulis untuk terus melanjutkan tugas-tugas yang telah dipercayakan. Rama Iswara, penulis buku ini, menjelaskan bahwa meskipun tidak selalu bisa menyatu secara fisik, ia dan si VW Kodok, mobil antiknya, memiliki kesatuan hati yang mendalam. Dua sejoli ini, meski tidak selalu bersama, mampu memancarkan kehangatan dan kedamaian yang bisa dirasakan bersama. Buku ini juga menyentuh peraturan hukum terkait penggunaan hak cipta, mengingatkan pembaca tentang konsekuensi hukum yang bisa ditimbulkan oleh pelanggaran hak cipta.
Unduh untuk perangkat lain: