Yohanes Duns Scotus (1265-1308) adalah salah seorang pemikir besar Fransiskan Abad Pertengahan. Pemikirannya menjadi dasar bagi Scotisisme, salah satu aliran skolastik penting selain Thomisme dan Ockhamisme. Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk menjelajahi refleksi Duns Scotus mengenai infinitum (yang-tak-berhingga). Scotus bermaksud menyelidiki sejauh mana batas-batas bahasa dan pengetahuan manusia dalam membahasakan Allah melalui konsep-konsep metafisis. Bukan sekadar berteologi, ia juga mengaitkannya dengan epistemologi dan filsafat bahasa. Tujuan akhirnya adalah membangun suatu refleksi rasional yang berakar dan tertuju pada etika cinta kasih. Adapun buku ini terdiri dari tiga tema pokok, yakni 1) refleksi tentang Yang-tak-berhingga menurut para filsuf Yunani, Kitab Suci, para Bapa Gereja, dan para pemikir Abad Pertengahan sebelum Scotus, 2) refleksi Scotus tentang Yang-tak-berhingga, 3) dan tanggapan kritis beserta pengaruhnya bagi pemikiran kontemporer.
Buku "Yang Tak Berhingga Menurut Yohanes Duns Scotus" oleh Fery Kurniawan, OFM, menggali pemikiran-pemikiran mendalam Yohanes Duns Scotus tentang predestinasi ilahi, summa gloria, dan peran Yesus Kristus dalam sejarah keselamatan. Dalam buku ini, Fery Kurniawan mengeksplorasi konsep-predestinasi ilahi yang dipredestinasikan oleh Allah untuk mencapai summa gloria, atau puncak keagungan, melalui perjuangan sejarah. Konsep ini ditegaskan melalui perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan analisis teks-teks Paulus dengan pemikiran-pemikiran Scotus. Selain itu, buku ini juga menjelaskan ciri subtil dalam pemikiran Scotus, yang mencirikan gaya pemikirannya yang mendalam dan subtil, serta cara-cara uniknya untuk menggali pemikiran-pemikiran baru dalam diskursus. Buku ini merupakan upaya untuk memahami pemikiran-pemikiran Scotus dengan lebih dalam, dan memberikan pandangan baru terhadap konsep-predestinasi ilahi dan summa gloria dalam konteks sejarah keselamatan.
Unduh untuk perangkat lain: