Natoni is an oral utterance that is expressed in the form of traditional poetry verses (pantun) and is spoken by a group of people, namely the Atonis (leader) and the Atutas (supporting) group. Natoni is a sacred language which means that it reflects the sincerity and friendliness of the Dawan people (Atoin Meto). Atonis consists of one person, while Atutas is a group of people whose role is to connect or complete the speech of the Atonis. The Atonis will recite sentence by sentence but the sentences spoken are incomplete sentences, meaning that the last word of the spoken verse will be cut off and end with a syllable, namely ne as a sign or pause for the Atutas to complete the verse. Natoni is sung in unison by the Atonis and Atutas. The characteristic of the Atonis in reciting the verses is usually with a fast tempo and full of enthusiasm and convincing intonation. Natoni has a very important role and has a relationship with the traditions of the Dawan people. One can understand Natoni from the meaning of each line. Natoni is a source of reading to deepen knowledge in order to preserve the noble values of the regional culture. Natoni is an oral literature which is considered as poetry or traditional rhymes that have value and meaning. Therefore, Natoni must be preserved as the cultural heritage of the Dawan people. In its implications for learning, the Natoni texts can be used as a reference for English, Indonesian, and Cultural Arts subjects.
### Buku Buku "Natoni" Oral Speech in Timor as Cultural Heritage oleh Margarita D. I. Ottu, S.Pd., M.Pd.K., dan Andrew T. Thren, B.A., M.A., merupakan penelitian yang mendalam tentang tradisi oral speech yang ada di kalangan masyarakat Dawan, khususnya dalam bentuk Natoni. Buku ini mencakup aspek-aspek penting dari oral speech ini, termasuk asal-usul tribus Dawan, peran bahasa dalam struktur budaya, tradisi oral dan ekspresi tradisional, serta analisis struktur Natoni oral speech dari tribus Amanatun Selatan. Penulis mencoba menjelaskan bahwa Natoni merupakan bagian integral dari warisan budaya masyarakat Dawan dan memiliki peran penting dalam berbagai acara tradisional dan kegiatan resmi. Dengan pendekatan yang sistematis dan mendalam, buku ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tentang Natoni, tetapi juga memberikan wawasan praktis tentang bagaimana Natoni dapat menjadi alat untuk memperkaya pemahaman tentang budaya Dawan. Buku ini juga membahas isu-isu yang relevan, seperti perlindungan bahasa regional dan bagaimana kebijakan exoglossic dan endoglossic mempengaruhi kehidupan bahasa dan budaya. Penulis menggambarkan bahwa dalam era Revolusi Industri 4.0 dan era disruptif, penting untuk memahami peran bahasa dalam menghadapi tantangan global dan mempertahankan identitas budaya. Buku ini dirancang sebagai referensi yang berharga bagi pengamat budaya dan pendidik, serta dapat menjadi alat belajar berbasis lokal yang mendalam untuk membantu mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya Dawan.
Unduh untuk perangkat lain: