Cerpen merupakan salah satu media menuangkan ekspresi dari seorang penulis sebagai wujud eksistensinya dalam mengembangkan bakat dan naluri menulisnya. Terkadang pembaca harus menyatukan dalam pikirannya lukisan yang seakan-akan bertaburan apalagi karena pengarang seakan mengabaikan tata bahasa, pikiran tampak meloncat-loncat, logika seakan hilang, alam benda dan alam pikiran bercampur jadi satu. Cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang terdiri dari 12 judul cerpen yang sangat menarik. Penulis berusaha memberikan kesan mendalam pada pembacanya melalui kata-kata yang sederhana namun penuh dengan makna.
### "Nikah Tanpa WO" Buku "Nikah Tanpa WO" menuturkan kisah seorang pria yang mengantarkan istrinya ke KUA untuk menikah, namun tidak menggunakan WO (Wali). Hantaran pernikahan dibuat sendiri oleh keluarga pria tersebut untuk mengurangi biaya. Cerita ini membawa pembaca ke dalam suasana pernikahan yang sederhana dan realistis, tetapi dengan latar belakang yang menarik. Di antara kegembiraan persiapan pernikahan, penulis menyinggung isu tentang hutang dan pengorbanan untuk mencapai tujuan. Pernikahan ini juga terkait dengan latar belakang pribadi pria yang memiliki kewajiban memenuhi hutang terhadap rumah sakit. Cerita ini berlanjut dengan pemikiran tentang pengaruh takdir dalam kehidupan pribadi, di mana dokter memberikan prediksi tentang umur sisa Bu Irah, istrinya, yang terserang leukemia. singkat ini menunjukkan bahwa buku ini menggabungkan tema-tema seperti pernikahan, hutang, dan takdir dalam konteks keseharian yang realistis.
Unduh untuk perangkat lain: