Buku ini merupakan kumpulan kisah masa penulis bekerja di Pulau Batam yang jauh dari Jakarta. Masa itu penulis menjadi pengembara kerja karena istri tinggal terpisah di Jakarta dan anak di Bandung. Penulis yang bekerja di sebuah perusahaan listrik banyak mengalami kejadian unik, lucu atau menantang yang kemudian penulis tulis dan penulis muat di laman Facebook penulis. Kumpulan kisah itu kemudian penulis angkat dan jadikan buku ini. Sebagian dari kisah ini, seperti tentang tarif listrik Batam, juga sudah pernah dimuat dalam koran yang terbit di Batam seperti Batam Pos dan Tribun Batam.
Buku ini merupakan kumpulan kisah unik, lucu, dan menantang yang diceritakan oleh Sriyono D. Siswoyo, mantan mandor listrik yang pernah bekerja di Pulau Batam. Sebagai seorang pengembara kerja, Sriyono mengalami berbagai kejadian yang beragam, dari tarif listrik yang unik hingga tantangan dalam manajemen sumber daya manusia. Cerita-ceritanya ditulis dengan gaya santai, cocok dibaca sembari minum kopi, lalu tersenyum atau tertawa. Sriyono memulai bukunya dengan mengutip pantun candaan sebagai dedikasi untuk kawan-kawan yang hidup membujang di Batam dan menghilang kala hari Jumat datang. Dalam buku ini, ia juga menghargai dorongan dari Mas Heru Sri Widodo, seorang penulis produktif, yang memberinya semangat untuk menyelesaikan kumpulan cerita ini. Selain mengisahkan pengalaman pribadi, Sriyono juga menyisipkan dedikasi khusus untuk beberapa kawan yang berperan penting dalam perubahan manajemen sumber daya manusia di perusahaan. Di antara mereka, kisah tentang implementasi sistem manajemen Malcolm Baldrige di Batam menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, ada pula dedikasi khusus untuk petugas kontrol Quick Response yang sibuk menjalankan tugasnya. Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, namun juga merupakan refleksi pribadi yang mendalam. Setiap cerita di dalamnya mengandung pelajaran dan hikmah, serta merupakan bukti nyata dari kehidupan di Pulau Batam.
Unduh untuk perangkat lain: