Tokoh dan tutur cerita ini khayalan semata. Demi penguatan karakter, sengaja meminjam tokoh historis sesuai perilaku dan sikap berdasarkan kenyataan hidup mereka. Surat-surat dan puisi kiriman Robert Wolter Mongisidi (biasa dipanggil Bote oleh keluarga dan para sahabatnya) menjadi inti peristiwa. Cerita ini berkisah di masa Wolter dalam tahanan di Tangsi Kist, menjelang vonis pengadilan kolonial di Paccinang, Makassar. Sebuah drama kehidupan tentang seorang permuda bertumpuk keberanian yang bercampur keyakinan. Menolak kesempatan grasi, Bote menikmati jelang eksekusi mati. Menghitung hari, ia banyak menulis puisi. "Jalankan kewajiban kalian, tembaklah yang benar," pinta Bote.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.