“Apa bedanya nasibnya sekarang dengan dulu. Kalau dulu tak lebih dari penjara, sekarang juga penjara. Tapi dulu ia masih leluasa mondar-mandir. Sekarang ia hanya tontonan yang tak bisa bergerak untuk selama-lamanya. Barangkali kalau ada gempa bumi atau peperangan, ia bisa lagi beranjak. Tapi itu seperti mendoakan peristiwa berdarah, Amat bertentangan dengan prinsip hidupnya yang mencintai sesama manusia. Apalagi masih sama-sama satu negeri. Merdeka lalu bersedih. Ia tertimbun dalam kesulitan kembali.”
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.