Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan yang cukup signifikan pada semua aspek kehidupan. Salah satu implikasi pandemi COVID-19 adalah berkurangnya interaksi tatap muka atau aturan jaga jarak (physical distancing) termasuk dalam institusi pendidikan. Di Indonesia, dengan adanya penetapan darurat bencana krisis pandemi COVID-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan pada Masa Darurat Coronavirus Diseases (COVID-19) (Kemdikbud, 2020a). Selanjutnya SE tersebut diperkuat dengan SE Sesjen Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah selama darurat COVID-19 (Kemdikbud, 2020b) Berdasarkan Surat Edaran tersebut, tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik. Merespons terhadap hal tersebut, sistem pendidikan memerlukan kebijakan dan aksi inovatif dan perhatian atas pembaruan sistem pembelajaran. Inovasi pembelajaran jarak jauh perlu dilakukan oleh semua insan pemangku kepentingan pendidikan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung walaupun dalam situasi pandemi. Metode belajar-mengajar yang baru perlu dikembangkan oleh pemerintah dan institusi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran daring/jarak jauh merupakan salah satu inovasi yang tak terelakkan.
Monograf ini berfokus pada Nonagon Model Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam pendidikan tinggi selama pandemi COVID-19. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, buku ini membahas hak cipta dan pelindungannya dalam konteks penggunaan Ciptaan dan produk Hak Terkait. Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan signifikan dalam lini kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. Buku ini mengusulkan bahwa institusi pendidikan tinggi perlu meningkatkan kualitas layanan digital melalui inovasi, akselerasi, dan optimalisasi operasionalisasi sistem pembelajaran. Nonagon Model Kualitas PJJ, yang dikembangkan oleh Assoc Prof. Dr. Leonnard, S.E., M.Com., CDM, menjadi kerangka utama untuk memahami dan mempraktikkan kualitas pelayanan digital yang dinamis. Buku ini juga mencakup pembahasan tentang fungsi dan sifat hak cipta, termasuk hak moral dan ekonomi, serta pembatasan pelindungan hak cipta dalam berbagai situasi penggunaan. Penulis menekankan pentingnya kualitas layanan digital sebagai komponen utama untuk pertumbuhan dan perkembangan pendidikan tinggi di masa depan. Terakhir, buku ini mengajak pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan tinggi, untuk terus berdiskusi dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan digital dan kompetitivitas. --- * ini dirancang untuk cover belakang buku dan memberikan gambaran umum tentang isi dan tujuan monograf yang ditulis oleh Assoc Prof. Dr. Leonnard, S.E., M.Com., CDM.*
Unduh untuk perangkat lain: