Pada masa dahulu, orang-orang Portugis berupaya menguasai setiap jengkal wilayah negeri kita. Armada Portugis yang terdiri atas kapal-kapal perang besar dan dilengkapi dengan meriam berhasil menguasai Pasai setelah menaklukkan Malaka. Akan tetapi, upaya mereka untuk terus melebarkan daerah jajahan selalu mendapat perlawanan yang gigih dari rakyat. Di antara para pahlawan pada masa itu. ada seorang panglima perang yang sangat disegani oleh tentara Portugis. Dia adalah Fatahil- lah. Keberanian dan kepandaiannya memimpin pasukan melawan Portugis sangat mengagumkan. Sebagai panglima armada Kerajaan Demak. Fatahillah bertanggung jawab atas keamanan seluruh perairan Laut Jawa. [Balai Pustaka]
Berjualan di Pelabuhan Samudera Pasai tahun 1510. Seorang anak laki-laki kecil memulai perjuangannya di laut. Ia mendayung jukung kecil, kecil, membelah air yang tenang. Terapi pagi menyapanya. Dengan hati senang, ia berdagang sayur-mayur, ikan, dan buah di pelabuhan. Setelah mengalami keberhasilan dan kegagalan, ia berani mencoba jalan baru di pelabuhan. Terinspirasi oleh keberhasilan pertamanya, ia datang lagi dengan berbagai dagangan. Tak lama kemudian, ia dikenali seorang wanita cantik yang menjadi istri nakhoda kapal. Dengan bimbingan wanita itu, ia belajar berdagang dan akhirnya menjadi prajurit laut. Kisahnya berlanjut, ia dikenal sebagai Fatahillah, pahlawan yang tidak pernah berperang namun berhasil merebut kota Banten. Terkapar di Sebuah Pulau Sebuah pulau terpencil menjadi tempat Fatahillah merenung. Di sana, ia mengalami kenyamanan dan kesenangan yang berbeda. Namun, ketenangan ini tidak bertahan lama. Ia kembali berlayar dan berdagang di pelabuhan, memberi harapan baru bagi dirinya dan masyarakat sekitar.
Unduh untuk perangkat lain: