Indra punya tunangan, namanya Munarsi, seorang putri bangsawan. Ia memberinya sebutan manis: Tunjung Biru, yang sekaligus menjadi judul buku ini. TLayakoh-tLayakoh penting dalam buku ini hampir seluruhnya kaum bangsawan atau kalangan ningrat, bahkan meningkat sampai ke kalangan istana. Balai Pustaka
Di istana Mayanegara, Asmara Dewi, seorang gadis berusia 16 tahun, hidup dengan kisah-kisah khayalan dan permainan boneka. Dengan bantuan Bibi Munarsi, seorang penjahit yang mahir, Asmara menciptakan kisah-kisah imajinatif sambil menunggu tunangannya, Munarsi, yang sedang berlibur di luar negeri. Bibi Munarsi, meskipun hanya menamatkan pendidikan dasar, sangat berdedikasi dalam mengasuh dan mendidik Asmara, menjahit dan menyulam baju boneka mungil yang indah. Sementara itu, Asmara belajar mengikuti rutinitas istana, bermain dengan boneka, dan mendengarkan kisah-kisah Asmara tentang tunangannya. Di antara aktivitas itu, mereka mengisi malam-malam dengan sulaman, bercerita, dan menikmati suasana yang nyaman di istana. singkat ini mengekspresikan kehidupan hangat dan kreatif Asmara di istana, serta perjalanan belajar dan pertumbuhannya bersama Bibi Munarsi.
Unduh untuk perangkat lain: