Cerita-cerita wayang sangat digemari di Indonesia. Kisahnya menarik dan waktu dimainkan dalam pertunjukan wayang kulit diikuti suara gamelan dengan lagu-lagu yang menimbulkan perasaan aman, gembira, susah, marah, bersemangat, dan lain-lain. Balai Pustaka
### Wayang Orang Sriwedari Sala atau Ngesti Pendawa Semarang mempersembahkan kisah wayang yang mengasyikkan berjudul "Sindusastran. Raden Ngabehi Sindusastra". Buku ini mengisahkan karya wayang yang sangat produktif Raden Ngabehi Sindusastra pada tahun 1930-an, serta menyajikan cerita wayang dalam bahasa Jawa huruf Jawa dalam syair Macapat. Pendahuluan buku ini mencakup pengantar oleh Sumbadra Larung, yang menjelaskan bahwa kisah wayang ini sangat populer di kalangan orang tua, terutama di daerah Semarang. Cerita ini menggambarkan petualangan dan pengkhianatan dalam dunia wayang, termasuk kisah tentang Burisrawa, Sri Suyudana, Arjuna, dan Dewi Wara Sumbadra. Cerita tersebut juga menyentuh tema roman antara Arjuna dengan Permaisuri Banowati dari negeri Astina, serta kisah pertarungan antara Gatotkaca dan Antareja. Buku ini merupakan satu-satunya arsip milik Balai Pustaka dan ditulis dalam bentuk syair Macapat. Selain itu, buku ini juga menggambarkan konsekuensi hukum bagi pelanggaran hak cipta dalam cerita wayang, termasuk pidana penjara dan denda. Kesan yang didapatkan dari buku ini adalah hiburan dan pengajaran moral melalui kisah wayang yang kaya akan makna dan nuansa.
Unduh untuk perangkat lain: