Cerita ini diangkat dari khazanah sastra Jawa Kuno. Sebuah cerita yang segar dan mengandung nilai pendidikan yang penting bagi anak-anak. Tiga orang sekawan pergi berguru kepada seorang begawan. Sebelum mereka diterima menjadi murid untuk mempelajari ilmu kehidupan, mereka terlebih dahulu diuji oleh Begawan Domya, demikian nama tersebut. Melalui ujian berat yang berbeda-beda, luluslah mereka hingga diterima menjadi murid.
### Buku ini mengisahkan perjalanan tiga orang sekawan bernama Arunika, Utamanu, dan Weda yang bertekad untuk mempelajari ilmu kehidupan di Wukir, tempat penggemblengan jiwa yang terkenal di kerajaan Ayodya. Mereka berangkat dari kota asal dengan harapan diterima menjadi murid Bagawan Domya, seorang guru espiritual. Sebelum mereka dapat memulai pelajaran, tiga pemuda ini harus menghadapi ujian yang sulit dari sang bagawan. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah menerima pertanda baik melalui kicauan burung di tengah siang hari. Arunika menjelaskan bahwa kicauan burung tersebut merupakan sinyal positif, menandakan bahwa mereka akan diterima dengan baik dan dipersiapkan untuk pelajaran mendatang. Setelah melewati berbagai ujian, tiga pemuda ini akhirnya diterima menjadi murid. Namun, sebelum menjadi guru, Weda memberikan janji kepada Bagawan Domya bahwa dia tidak akan mempersulit murid-muridnya. Pada akhirnya, mereka harus melewati rute panjang yang meliputi persawahan dan perladangan hingga sampai di bukit. Di sana, Arunika menunjukkan kebijaksanaannya dengan meneropong kicauan burung sebagai pertanda baik. ini menggambarkan perjalanan spiritual dan pengembangan jiwa yang dialami oleh tiga pemuda tersebut dalam mencari ilmu dan petunjuk hidup.
Unduh untuk perangkat lain: