Kumpulan cerita yang salah satunya Kisah si Bungsu. Alkisah si Bungsu yang tidak disukai oleh keenam orang kakaknya. Suatu hari ia dibuang oleh kakak-kakaknya. Namun akhirnya si Bungsu diselamtkan oleh orang lain. Ia pun menjadi sukses dan mendapatkan istri.
Berdasarkan konteks yang diberikan, berikut adalah sinopsis singkat buku ini untuk cover belakang --- Buku ini mengandung empat cerita lisan yang hidup di kalangan Suku Mee, yang tersebar di berbagai kabupaten di Provinsi Papua Barat. Penulis, Douya Dogipai, mengekspos kehidupan dan tradisi di kampung halamannya melalui berbagai kisah. Pertama, "Kehilangan Adik" mengisahkan tentang persahabatan dan persahabatan yang penuh dengan kebaikan antara dua bersaudara. Namun, kebahagiaan mereka terganggu ketika adiknya menghilang, dan akhirnya dikejutkan oleh misteri arwah yang mempengaruhi hidup mereka. Kedua, "Bertemu Arwah Anak" menceritakan peristiwa luar biasa ketika seorang kakak berjumpa dengan arwah saudaranya yang telah meninggal. Kisah ini menggali nilai-nilai kekeluargaan dan pengertian tentang hidup dan mati. Ketiga, "Kisah si Bungsu" mengisahkan tentang seorang bungsu yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk kawin paksa. Cerita ini mengandung pelajaran tentang keberanian, pertahanan, dan nasib. Terakhir, "Segumpal Awan Hitam" menangkap peristiwa misterius di kampung halaman. Cerita ini berfokus pada kehidupan sosial dan budaya di kampung, serta pengaruh alam terhadap kehidupan sehari-hari. Buku ini menawarkan perspektif unik tentang kehidupan di Papua, di mana kepercayaan terhadap Mepoya (kepercayaan lokal) masih kuat. Masyarakat Mee menunjukkan nilai-nilai seperti kasih sayang orang tua, kecerdikan, kepahlawanan, dan larangan mencuri serta bermalas-malasan. --- Harap dicatat bahwa konten sinopsis ini didasarkan pada informasi yang tersedia dalam konteks yang diberikan.
Unduh untuk perangkat lain: