Buku karangan H.C.M. Nas ini lebih menekankan arti sebuah persahabatan dengan menonjolkan tingkah laku masing-masing tLayakoh ceritanya.(Balai Pustaka)
### Buku ini mengisahkan tentang lima sahabat—Saba dan kelima sahabatnya—yang tinggal di Kampung Keling. Mereka merupakan anak-anak yang sering bermain dan belajar bersama. Suatu hari, kehidupan mereka dipertemukan dengan tantangan yang tidak terduga. Seekor ular air berleher merah melintas di jalan raya dan mati setelah dilindas truk. Keesokan harinya, kambing Jali disembur ular sendok, dan mata kambing itu menjadi bengkak, biru, lalu mati. Kegembiraan mereka berkurang ketika anak sapi milik Tambi, yang biasanya digembala di rumpun bambu, hilang tanpa jejak. Setelah penemuan yang mengguncang, seekor ular besar dijumpai di pinggir sungai, dan di dalam perutnya ditemukan anak sapi Tambi yang sudah mati. Ular tersebut kemudian dibunuh, dan kulitnya diberikan kepada ayah Tambi sebagai ganti rugi. Walaupun kejadian ini mencabar, Saba menegaskan bahwa mereka harus tetap tenang dan tidak panik, mengingatkan para sahabatnya untuk menjadi pemikir sebelum menjadi peramal. Buku ini mencerminkan pertumbuhan dan perkembangan karakter Saba dan sahabatnya, serta bagaimana mereka menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Unduh untuk perangkat lain: