Buku Semasa Kecil di Kampung ini semula hanya satu buku saja. Dalam cetak ulangnya yang ketiga, buku ini mengalami perubahan dengan dipecahnya menjadi tiga jilid. Faktor yang mendorong penerbit untuk memecah buku ini menjadi tiga jilid adalah jumlah halamannya yang sangat banyak. Oleh karena itu, dalam cetakan ketiga ini muncul Semasa Kecil di Kampung 1 (Anak Danau Singkarak), Semasa Kecil di Kampung 2 (Mengaji di Pesantren), dan Semasa Kecil di Kampung 3 (Melawat ke Sulit air). [Balai Pustaka]
"Semasa Kecil di Kampung Mengaji di Pesantren" Buku ini merupakan kisah perjalanan Muhammad Radjab dalam mengaji di pesantren di masa kecilnya. Di awal buku, penulis mengenang masa kecil yang indah namun jarang direkam. Salah satu hal yang menarik adalah pengalaman Muhammad Radjab dan rekan-rekannya yang pergi ke surau untuk belajar membaca dan mengaji. Mereka bertemu dengan Maskur, santri lainnya, dan belajar di bawah bimbingan Haji Daud, paman Muhammad. Meskipun sudah mengaji selama empat tahun, mereka masih belum memahami maksud ayat-ayat Alquran yang dibacakan. Pada suatu petang, Muhammad Radjab dan kawan-kawannya dipanggil oleh Uda Codi untuk menghadiri sesi belajar bahasa Arab di surau. Mereka diberikan kitab "Mukhtasar" yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Meskipun merasa sedih karena terhenti main bola, mereka terpaksa menuruti kehendak orang tua yang berharap mereka menjadi kiai di masa depan. Buku ini menggambarkan proses belajar mengaji di pesantren dan bagaimana pengalaman itu mempengaruhi Muhammad Radjab dan rekan-rekannya.
Unduh untuk perangkat lain: