Dalam apresiasi sastra, yang paling sulit adalah membicarakan dan meresapi sajak, karena sajak adalah sangat subyektip. Interpretasi sajak kadang-kadang jauh lebih sulit daripada interpretasi lukisan abstrak. Lukisan masih dapat dilihat bentuk dan warnanya. Tetapi sajak hanya dapat didengar dan menimbulkan kesan dalam hati dan perasaan. Hanya hati dan perasaan yang pekalah yang dapat menikmati rangkaian ungkapan jiwa dalam kata-kata. Dan perasaan orang tidak selalu sama. Jika ada yang mengatakan suatu sajak itu bagus, pasti ada yang mengatakannya jelek. Tetapi mudahmudahan sajak-sajak Linus Suryadi yang merupakan kumpulan karya yang diciptakannya dalam periode 1971-1974 ini dan yang mengungkapkan nasib manusia, pengembaraaan, Tuhan, dan lain-lain, dapat memberi kepuasan dan nikmat pada para pencinta sajak.(Balai Pustaka)
Berikut sinopsis singkat buku ini untuk cover belakang --- Buku ini mengajak pembaca untuk merenung dalam dunia sastra yang mendalam, melalui rangkuman karya-karya sastra yang ditulis dalam beberapa tahun. Mulai dari sajak-sajak yang mengekspresikan perasaan dan pemikiran penulis, hingga puisi yang menggambarkan keindahan alam dan kehidupan manusia. Kolaborasi antara puisi-puisi yang diterbitkan pada tahun 1973 dan 1974 menciptakan gambaran yang jernih tentang perjalanan kreatif penulis. Dalam setiap sajak, penulis berbagi pengalaman, pemikiran, dan perasaannya dengan nada yang emosional dan memukau. Buku ini tidak hanya sekadar kumpulan sajak, namun juga merupakan perjalanan kemanusiaan dan kemanusiaan yang diungkapkan melalui bahasa yang kaya. Setiap kata dan setiap baris yang ditulis mencerminkan kehidupan yang penuh perjuangan, harapan, dan kebijaksanaan. Dengan mengajak pembaca untuk merenung, buku ini memberikan pengertian baru tentang kehidupan dan keberadaan manusia. --- ini dirancang untuk memberikan gambaran umum tentang isi buku tanpa mencantumkan detail yang spesifik, sesuai dengan instruksi yang diberikan.
Unduh untuk perangkat lain: