Buku Badai di Pulau Karang, karangan Adi Buana ini mengisahkan suka duka kehidupan sebuah keluarga penjaga mercusuar, Pak Nain bersama istri dan dua orang anaknya laki-laki yang masih kecil.(Balai Pustaka)
### "Badai di Pulau Karang" Pulau Karang, sebuah pulau kecil dengan pemandangan malam yang menakjubkan, menjadi latar bagi kisah kehidupan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun bernama Iskandar Zulkarnain. Iskandar, dikenal di sekolah dengan panggilan singkat 'Is' oleh teman-temannya, menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Ayahnya, Nain, memberikan nama besar yang terkenal kepada anaknya, namun keterbatasan ekonomi keluarga membuat Iskandar terpaksa menggembalakan ternak sambil terpaku di depan mercusuar. Walaupun di sekolah, Iskandar terlihat pasif dan pemalu, ia memiliki potensi besar yang diperkirakan akan mengantarkannya menjadi orang terpandang di masa depan. Namun, perjuangan ekonomi keluarga membuat ia harus berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Atasan ayah Iskandar memberikan dorongan dan harapan, menyatakan bahwa jika Iskandar rajin belajar dan berprestasi, ia mungkin mendapatkan beasiswa. Kisah Iskandar menggambarkan perjuangan seorang anak dari keluarga kurang mampu yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sementara di latar belakangnya, pemandangan malam pulau yang tenang dan damai menjadi hinggapan istirahat dari kehidupan yang penuh tantangan.
Unduh untuk perangkat lain: