sastra tidak dibawa malaikat dari langit. Sastra tidak datang begitu saja. Ia lahir melalui proses pergulatan sastrawan dengan kondisi sosial—budaya zamannya. Maka, membaca karya sastra hakikatnya membaca keadaan masyarakat dan budaya yang terungkap dalam karya itu. Jadi, sastra menyimpan pemikiran sastrawannya juga. Balai Pustaka
Awal dan Mira, karya dramatik Utuy Tatang Sontani yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1951, membawa pembaca ke dunia kemanusiaan melalui perang yang digambarkan sebagai pembantaian tanpa ampun. Di tengah kehancuran, sosok badut-badut yang bergentayangan mencerminkan kekosongan jiwa manusia. Pengarang, Utuy Tatang Sontani, terkenal dengan kemampuannya menghidupkan tema kemanusiaan, memanfaatkan kode teka-teki dan satire untuk menarik perhatian pembaca. Dengan gaya menulisnya, Utuy berhasil membangkitkan emosi dan membuat penonton terus memburu peristiwa dalam cerita hingga akhir. Buku ini merupakan bagian dari seri sastra adiluhung Balai Pustaka, yang menawarkan wawasan sejarah dan budaya Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: