Siapa yang kalau ada rame-rame selalu ikutan? Rame konser KPop, langsung jebol celengan deh. Siapa yang suka latah ikut-ikutan tren? temen traveling, langsung fomo, temen makan enak, langsung fomo. Padahal, emang enak yaaa ikut-ikutan mulu? Apakah itu menjamin kebahagiaanmu? Bagaimana kita mencoba tetap bahagia meski kehilangan? Hidup seperti orang lain, menjalani riuhnya kehidupan, mungkin terasa menyenangkan. Tapi, menjadi JOMO SAPIENS ternyata jauh lebih menenangkan dan menyehatkan. Tanpa harus mengikuti arus kehidupan, menikmati apa yang dimiliki, kita jauh lebih merasa hidup. Apa itu JOMO?
### Buku ini membahas tentang bagaimana menjadi "JOMO Sapiens," atau JOMO (Joy of Missing Out), yang mengajarkan para pembaca untuk menikmati momen-momen sekarang tanpa terlalu memikirkan apa yang dilakukan orang lain. Dalam era digital yang penuh dengan distraksi, buku ini menawarkan langkah-langkah praktis untuk menjauh dari teknologi dan fokus pada kesejahteraan mental serta kesenangan hidup. Pada bagian awal, buku ini memperkenalkan konsep JOMO dan menguraikan sejarah singkatnya, serta mengapa memilih JOMO sebagai alternatif dari FOMO (Fear of Missing Out). Bagian berikutnya mencakup strategi praktis untuk "detoks digital," termasuk menetapkan batasan dan bersikap realistis. Buku ini juga mendalam dalam membahas dampak FOMO pada berbagai aspek kehidupan, termasuk media sosial, periklanan, kesehatan mental, generasi Z, dan karier. Selain itu, buku ini menyediakan cara-cara untuk mengatasi FOMO dan menemukan keseimbangan antara teknologi modern dan kehidupan pribadi. Akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan mengambil langkah-langkah nyata untuk menjadi JOMO Sapiens yang lebih sejahtera dan bahagia.
Unduh untuk perangkat lain: