Kisah perjuangan kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita masa lalu, khususnya dalam persamaan hak dan derajat dengan laki-laki. Kartini menuliskan semua yang dirasakannya juga pemikirannya kepada pada sahabatnya, salah satunya keluarga Abendanon. Pemikiran Kartini sudah sangat maju. Ia sangat peduli dan konsen dengan pendidikan. Hingga akhirnya, ia dan kedua saudaranya mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak. Sayang, usianya tidak panjang. Ia meninggal dalam usia masih sangat muda dan meninggalkan seorang anak laki-laki.
Ketentuan Pidana Pasal 72 tentang Hak Cipta dan Perbuatan Melanggar di Indonesia, serta pengarahan singkat mengenai perjalanan penulis dalam menulis buku tentang R.A. Kartini. Penulis berkenan untuk pertama kalinya mendengar tentang pekerjaannya oleh R.A. Kartini melalui teman-temannya, yang kemudian membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut. Proses penulisan dimulai dengan perkenalan dan percakapan langsung dengan R.A. Kartini, serta diterjemahkan dalam beberapa surat yang ditulis oleh kartini pada masa muda. Penelitian intensif dilakukan berbagai cara termasuk wawancara dengan anggota keluarga R.A. Kartini dan pemanfaatan sumber-sumber seperti buku "Door duinen tot licht" dari koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde di Leiden. Namun, penulis merasa sulit untuk menulis biografi yang lengkap karena keterbatasan surat dan sumber sejarah lainnya. Proses penulisan buku ini adalah penggabungan cerita dari R.A. Kartini, wawancara dengan keluarganya, serta pemahaman mendalam tentang aspek-aspek baru dalam hidup R.A. Kartini yang belum pernah diketahui sebelumnya. Cover Belakang Buku "Bahan Cerita Baru Mengenai Pahlawan Terkenal R.A. Kartini" Menjelajahi Hidup dan Perjuangan R.A. Kartini melalui Wawancara dan Penelitian Intensif Penulis [Nama Penulis]
Unduh untuk perangkat lain: