Pantai seringkali merupakan cermin peta kemiskinan. Peralatan yang masih tradisional, rentenir yang merajalela, serta kandungan laut yang semakin berkurang akibat ulah manusia sendiri diramu di dalam buku Ke Langit karangan Ediruslan Pe Amanriza ini dengan sedikit roman percintaan gagal yang dialami oleh tLayakoh utamanya, Awang.(Balai Pustaka)
Ini buku petualangan dan kehidupan sehari-hari nelayan kampung di sungai, yang menampilkan berbagai aspek kehidupan tradisional mereka. Mulai dari proses memancing, penarikan ikan, dan hingga pengolahan hasil tangkapan. Kehidupan nelayan diangkat dalam sinergi antara keindahan alam dan kearifan lokal, yang ditunjukkan melalui interaksi antara petani air, pelantar, dan dermaga kampung. Penulis juga menggali aspek sosial dan ekonomi, seperti interaksi antara nelayan dengan para tengkulak, serta bagaimana mereka menanggapi tantangan dalam menjaga jaring dan alat tangkapan. Buku ini tidak hanya menjadi cermin kehidupan nelayan, tetapi juga mengajak pembaca untuk menghargai dan memahami kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam.
Unduh untuk perangkat lain: