Utuy Tatang Sontani, sastrawan kelahiran Cianjur ini, untuk generasi kelahiran tahun 1960-an sampai sekarang hanya namanya saja yang dikenal. Sejak buku-bukunya masuk dalam daftar hitam, karyakaryanya dilarang beredar. Dengan demikian, masyarakat tidak dapat menikmatinya. Balai pustaka
### Di Langit Ada Bintang Pada suatu pagi di rumah Suminta di kota Jakarta, suasana terasa muram dan sepi, seolah-olah tak ada makhluk bernyawa di dalamnya. Suminta, seorang buruh yang gajinya tidak seimbang dengan biaya hidup, mengungkapkan kelesuan dan kekhawatirannya terhadap masa depan rumah tangganya. Istri Suminta, Mini, yang mempunyai pandangan berbeda, menganjurkan dia untuk berpikir secara dialektis dan berusaha membangun rumah tangga yang kuat. Namun, keterbatasan finansial yang semakin memburuk membuat Suminta merasa harus melakukan perbuatan yang dianggap curang, seperti menjual harta rumah tangganya. Hamid, seorang sahabat Suminta, datang ke rumah mereka dengan maksud meminjam raket badminton, namun dialog antara mereka mengarah pada diskusi tentang perubahan cara berpikir dan cara menghadapi krisis finansial. Sementara itu, Mini pergi ke tempat lain, meninggalkan Suminta yang merasa semakin lesu dan khawatir. Cerita ini menunjukkan bagaimana krisis ekonomi dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan pernikahan, serta bagaimana pentingnya berpikir positif dalam menghadapi tantangan. --- singkat ini dirancang agar sesuai dengan format cover belakang buku, menekankan plot utama dan perasaan utama karakter utama, sambil tetap berpegang pada informasi yang diberikan dalam konteks.
Unduh untuk perangkat lain: