Prosa Putu Wijaya bukan apa-apa jika tidak membuat terpeleset-persis ketika diriku sendiri sebagai pembaca merasa bisa memercayai makna dan nada teks itu, teks itu meleset.. Pembaca bisa tertawa dan tertawa sambil menahan tangis di dalam hati. Bagi Putu Wijaya, “Tidak ada komedi, tidak ada tragedi. Semua bercampur.”
### Plot ini menggabungkan berbagai cerita pendek dan cerita mini yang menarik dari karya Putu Wijaya. Setelah 25 tahun mengunci misteri, penulis akhirnya membuka kedoknya kepada seorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Dalam sebuah sarapan pagi, penulis menutupi dosa-dosanya dengan jujur dan terbuka, mengungkap semua kebenaran yang tersembunyi. Meskipun ia menyangka akan reaksi negatif, penulis merasa lega dan segar setelah mengakuinya. Namun, peristiwa yang terjadi kemudian tidak sesederhana yang diharapkan, menimbulkan keheranan dan misteri baru. Buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan hidup yang mendasar, dengan gaya menulis yang kaya akan perpaduan realistis dan fantasi. Buku ini mencerminkan kehidupan yang penuh konflik dan pertanyaan moral, namun juga menawarkan harapan dan pencerahan melalui pengakuan dan pertobatan. Dengan gaya penulisan yang unik, Putu Wijaya mengajak pembaca untuk merenungi kehidupan dan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mungkin belum terjawab.
Unduh untuk perangkat lain: