Dewasa ini kesadaran dari putra-putri komponen anak bangsa mulai terkikis dan teralihkan ke visual digital pesawat genggam, budaya dan alam Nusantara yang seharusnya dilestarikan dan dijaga, menunjukkan indikasi ke arah yang semakin menurun. Bangsa Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya dan kekayaan alam, budaya-budaya lokal yang ada di Nusantara muncul dan eksis terlebih dulu, sedangkan budaya bangsa muncul setelahnya. Kekayaan budaya dan Alam Nusantara ini menjadi situs budaya leluhur yang bernilai tinggi dan wajib diwariskan ke setiap generasi Bangsa. Dengan demikian, sudah seharusnya sebagai generasi Bangsa wajib menjaga dan melestraikannya supaya Budaya dan Alam Nusantara tersebut menjadi situs turun temurun bagi Bangsa ini. semoga menginspirasi bagi kita semua, salam literasi.
### Buku Ini adalah buku tentang alat musik tradisional Nusantara yang bernama sasando. Sasando adalah alat musik yang terbuat dari tabung kayu yang dipasangi dawai, dengan penyangga di bagian tabung untuk mengeluarkan nada yang berbeda. Wadah dari anyaman daun lontar ditempatkan pada tabung sasando sebagai tempat resonansi untuk meningkatkan suara. Metode bermain sasando melibatkan merentangkan dawai dari atas dan bawah dengan cara dipetik, dan biasanya dimainkan dengan dua tangan. Tangan kiri bermain melodi dan bas, sementara tangan kanan bermain accord. Keterampilan dalam memetik sasando sangat penting untuk menciptakan harmoni yang indah. Buku ini juga mengulas tentang upacara penggunaan sasando, baik untuk menyambut tamu maupun dalam pernikahan. Menariknya, di sekolah Elias, sasando tidak hanya menjadi alat musik, tetapi juga menjadi alat untuk mengajarkan keterampilan bermain musik dan budaya lokal kepada murid-muridnya. Selain itu, buku ini menyajikan konteks historis dan budaya tentang pentingnya pelestarian alat musik tradisional, termasuk sasando, di tengah kecenderungan modernitas dan digitalisasi yang semakin menguasai masyarakat. Dengan demikian, buku ini bukan hanya sejarah sasando, tetapi juga menunjukkan bagaimana alat musik ini dapat menjadi simbol warisan budaya yang perlu dilestarikan. Elias, yang dikenal sebagai "Si Pemetik Sasando", menjadi figur yang menarik, di mana kecakapan dan dedikasinya dalam memainkan alat musik ini menjadi sorotan. Dia tidak hanya memainkan sasando, tetapi juga berterima kasih kepada alat musik tersebut, menunjukkan hubungan yang mendalam antara pemain dan alat musik yang dimainkannya. Buku ini memberikan wawasan yang mendalam tentang alat musik tradisional sasando, cara memainkannya, dan pentingnya pelestariannya dalam konteks budaya Nusantara.
Unduh untuk perangkat lain: