Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Islam. Keadaan ini tidak terjadi dalam waktu yang singkat, bahkan penyebaran perkembangannya pun membutuhkan usaha serta perjuangan yang tidak ringan. Ada rentetan waktu yang mereka lampaui dari generasi ke generasi untuk menegakkan Islam di Indonesia. Perkembangan Islam di Indonesia telah melahirkan beberapa tokoh pergerakan siar Islam. Pada tiap daerah pun muncul tokoh-tokoh ulama yang terus berjuang, bahkan mendedikasikan segenap hidupnya demi kebangkitan Islam. Tokoh-tokoh ini yang memberikan corak dalam perkembangan Islam di Indonesia. Perkembangan Islam di Indonesia, sebelum kemerdekaan dipengaruhi oleh organisasi massa, partai politik yang beraliran Islam, serta tokoh pejuang kemerdekaan. Setiap tokoh besar dengan latar belakang yang berbeda memunculkan pemikiran keislaman yang berbeda pula. Tidak bisa dipungkiri kultur di mana tokoh dilahirkan dan dibesarkan serta pendidikan dan lingkungan yang dipelajarinya sangat memengaruhi pola pikir dan gerakan pembaruan yang dilakukan untuk menegakkan ajaran Islam yang sebenarnya.
### Indonesia, negara dengan penduduk mayoritas Islam, telah melalui proses penyebaran dan perkembangan Islam yang panjang. Buku ini menggambarkan perjalanannya, memaparkan tokoh-tokoh pergerakan siar Islam yang berdedikasi dalam memperjuangkan kebangkitan Islam di tanah air. Sebelum kemerdekaan, perkembangan Islam di Indonesia dipengaruhi oleh organisasi massa, partai politik Islam, serta tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Kiai Hasyim Asy’ari, tokoh penting dalam perjuangan Islam di Indonesia, lahir pada 1875. Dia berasal dari keluarga yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan agama. Setelah mendapatkan pendidikan awal dari ayahnya, Kiai Asy’ari, Hasyim Asy’ari melanjutkan studinya di berbagai pondok pesantren di Jawa dan Malaysia. Ia kemudian memperdalam ilmunya di Mekah, mengaji pada beberapa ulama termasuk Syekh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfudh at-Tarmizi. Setelah kembali ke Indonesia, Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren di Tebuireng dan terus berjuang untuk menegakkan ajaran Islam yang sebenarnya. Ahmad Dahlan, tokoh lain yang dipaparkan dalam buku ini, juga memiliki latar belakang yang menarik. Sebagai putra kiai, ia belajar berbagai ilmu, termasuk agama dan ilmu umum, di berbagai pesantren. Setelah menginjak usia 13 tahun, ia pindah ke berbagai pesantren di Jawa. Di Mekah, Ahmad Dahlan mendalami agama Islam dan gerakan pembaharuan, yang akhirnya mempengaruhi perjalanannya di Indonesia. Kedua tokoh ini mewakili corak perjuangan dan pemikiran Islam di Indonesia, menunjukkan bagaimana latar belakang dan pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir dan gerakan pembaruan. Semoga diterbitkannya buku ini dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi pembaca dalam memahami perkembangan Islam di Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: