…..Kau, wanita yang berjalan sendirian di bawah gerimis hujan. Betapapun pedih yang kau rasakan, kau tetap bertahan. Kekasih, mengapa cinta, mengapa penuh dengan kebencian? Lirihmu sambil memandang butiran hujan dan awan hitam yang bergerak perlahan. Namun, kini matamu tak lagi basah oleh air mata maka tak ada lagi duka merayapi sepanjang garis senyummu yang sederhana dan kebencian berlalu bersama angin yang berhembus perlahan sehabis hujan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.