Pantun Barrau merupakan pantun nasihat atau pantun petunjuk yang biasanya digunakan pada acara-acara adat, seni Jepen, dan Mamanda yang dipakai/dinyanyikan sebagai syair lagu yang isinya disesuaikan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. Tujuan Pembuatan Buku Antologi Pantun Barrau ini adalah untuk melestarikan budaya lokal khususnya Berau dengan harapan semoga Seni Budaya asli Berau ini tidak punah. Untuk itu sebagai putra daerah, Penulis ingin mengajak khususnya generasi muda sebagai generasi penerus bersama-sama mempertahankan dan melestarikan budaya Berau. Dengan menjaga dan melestarikan budaya daerah maka budaya asli daerah ini akan tetap ada dan terjaga dengan baik serta bertahan di era modernisasi. Selain itu penulisan buku ini adalah sebagai upaya mengenalkan Budaya Lokal Berau yang beraneka ragam. Keberagaman Budaya Lokal ini adalah kekayaan dan identitas bangsa Indonesia yang akan selalu kita lestarikan karena pelestarian nilai-nilai budaya menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
### Buku Antologi Pantun Barrau merupakan hasil kerja keras Bapak H. Syakhran, S.Pd., yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal Berau, terutama pantun Berau. Buku ini dipublikasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau, melalui Program Peningkatan Minat dan Budaya Baca pada Kegiatan Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Tahun 2020. Buku ini tidak memerlukan izin penggunaan hak cipta untuk keperluan penelitian ilmu pengetahuan, pengajaran, dan pendidikan. Dalam rangkaian hukum hak cipta, penggunaan pantun dalam konteks non-komersial sangat terbatas. Buku ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap budaya Berau, serta menjadi sumber pengenalan nilai-nilai warisan budaya bagi masa depan. Buku ini mencerminkan peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam melestarikan kekayaan budaya daerah Berau.
Unduh untuk perangkat lain: