Buku puisi ini bercerita ragamnya kehidupan yang tidak akan habis untuk ditulis. Nikmatnya karunia Tuhan yang tidak dapat untuk dihitung dan dieja. Seperti puisi pelangi tersembunyi, pelangi pekat, rembulan semu, air kembang, rindu, engkau di mana menggambarkan warna-warna kehidupan cinta anak manusia. Puisi segelas teh panas, lemari bajuku, hari ini, just a dream menebarkan pesona warna kehidupan keluarga. Puisi bagaimana aku bisa mengiyakan, kemarau, kekepoan, dekat di mata jauh di hati, genapkan seratus dan barisan bebek merupakan sekelumit pembiasan kehidupan sosial yang mewarnai abad terkini
### Buku ini berisi rangkaian puisi yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan dan perasaan cinta yang penuh kontras. Mulai dari keindahan alam dalam bentuk pelangi, hingga rasa cinta dan rindu yang semu. Puisi-puisi dalam buku ini berbicara tentang bagaimana cinta bisa merubah dunia menjadi warna-warna yang menakjubkan, namun juga bisa menjadi sumber penderitaan dan kekecewaan. Pelangi, simbol keindahan dan harapan, muncul dalam berbagai varian - pelangi pekat yang menggambarkan cinta yang berdarah, dan pelangi semu yang menunjukkan cinta yang tidak terwujud. Melalui metafora cinta, buku ini juga mengajak pembaca untuk menyukuri setiap aspek kehidupan, baik itu yang indah maupun yang menakutkan. Air kembang, simbol kebersihan, menjadi metafora perasaan cinta yang tidak lagi segar, menunjukkan bagaimana kesalahan dapat mengubah harapan menjadi kekecewaan. Rembulan semu dan rindu yang semu juga mencerminkan perasaan cinta yang tidak terwujud, menggambarkan bagaimana mimpi cinta bisa menjadi hanyalah bayangan. Buku ini adalah kumpulan puisi yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan, dari keindahan alam hingga perasaan cinta yang sering kali berubah-ubah. Melalui puisi-puisi ini, pembaca diundang untuk merenung dan menyukuri setiap detil perjalanan hidup.
Unduh untuk perangkat lain: