Iqbal memiliki dua orang adik. Saat bermain, tiba-tiba mereka bertengkar. Ibu yang bingung tidak mengetahui apa penyebabnya. Iqbal membantu ibu melerai pertengkaran mereka sehingga bisa kembali akur dan bermain bersama lagi.
singkat buku "Iqbal Kakak yang Adil" oleh Zabdan Barqi Maulana --- Iqbal Anak yang Bijak Suatu pagi, Iqbal, seorang kakak yang bijak, memulai hari dengan mencari kaus kaki yang biasa ia gunakan. Namun, ia tidak dapat menemukannya. Takut kedua adiknya, Erzhan dan Eijaz, terlambat datang ke sekolah, Iqbal meminta adik-adiknya untuk pergi lebih dulu. Melihat keadaan, ibu Iqbal merasa bangga dengan sikap Iqbal yang mengedepankan kebersamaan. --- Iqbal The Wise Boy Saat bermain, Eijaz dan Erzhan berlomba menyelesaikan puzzle bergambar dinosaurus. Erzhan merasa Eijaz berbuat curang karena masih menyusun ketika waktu sudah habis. Erzhan kemudian memarahi Eijaz, yang malah mengejek dan meneriaki Erzhan, menyebabkan terjadinya pertengkaran. --- Iqbal Mencontoh Perilaku Ibunya Ibu Iqbal melihat pertengkaran antara Erzhan dan Eijaz. Meskipun tidak mengetahui pemicu pertengkaran, Iqbal meminta ibunya untuk bertanya terlebih dahulu kepada Erzhan dan Eijaz sebelum memberikan hukuman. Ibu Iqbal menerima saran Iqbal dan meminta Erzhan dan Eijaz untuk saling minta maaf. Meskipun Erzhan enggan, pertengkaran akhirnya diselesaikan dengan baik. --- Iqbal Kakak yang Adil Pada suatu hari, Iqbal mendapatkan informasi tentang kejadian yang sebenarnya antara Eijaz dan Erzhan. Iqbal memahami bahwa Erzhan bukan instigasi pertengkaran dan tidak seharusnya mendapat hukuman. Iqbal kemudian meminta ibunya untuk bertanya kepada Erzhan dan Eijaz sebelum membuat keputusan. Ibu Iqbal menghargai usul Iqbal dan meminta Erzhan dan Eijaz untuk saling mengerti dan mendoakan satu sama lain. --- Iqbal, melalui sikap bijak dan adilnya, mampu melerai pertengkaran antara adik-adiknya dan mengajarkan ibunya untuk tidak terburu-buru dalam membuat keputusan. Cerita ini menunjukkan pentingnya toleransi, komunikasi, dan penyelesaian masalah dengan bijak.
Unduh untuk perangkat lain: