Percaturan politik umat Islam di Indonesia di samping dimainkan oleh partai politik, juga sering diperankan oleh kalangan intelektual muslim serta organisasi sosial keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, terutama tatkala partai-partai Islam termarginalkan perannya.
Buku ini mengeksplorasi konsep kekuasaan dalam politik, terutama melalui perspektif Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Pada bab pertama, disajikan definisi kekuasaan dalam tiga bentuk kekuasaan yang terlihat, tersembunyi, dan tidak terlihat. Bab berikutnya membahas partisipasi politik NU dan pandangan politiknya. Bagian selanjutnya menguraikan sistem pemilihan, mulai dari pemilihan umum hingga pemilihan kepala daerah. Analisis teori-teori sosial mendukung pemahaman mengenai elit politik, khususnya perilaku tokoh NU dalam konteks pemilihan kepala daerah. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana elite NU menggunakan modal sosial dan simboliknya untuk mempengaruhi dinamika politik lokal, sambil mempertahankan identitas dan peran mereka dalam masyarakat. singkat ini memberikan gambaran umum tentang isu-isu penting yang dibahas dalam buku ini dan bagaimana mereka dipadukan untuk memahami peran NU dalam politik lokal.
Unduh untuk perangkat lain: