Buku ini menganalisis hubungan politik antara Kerajaaan Majapahit di Jawa dengan Kesultanan Malaka di Malaysia, menggunakan metode dan teori analisa wacana terhadap teks teks Melayu klasik. Bagi penulis, teks teks klasik sebenarnya merupakan wacana sejarah dan bukan sebagai sumber sejarah. Dalam buku ini ditunjukkan bahwa penulis teks teks Melayu klasik abad ke 18, melakukan oposisi terhadap sejarah ekspansi politik Jawa ke dunia Melayu. Penulis teks Melayu menjadikan Majapahit dan Gajah Mada sebagai terdakwa yang harus dikalahkan oleh Malaka dalam wacana yang mereka konstruksi sendiri.
### Buku Buku ini berfokus pada analisis wacana teks Melayu klasik, terutama hubungan politik antara Majapahit dan dunia Melayu. Penulis, Dr. phil. Ichwan Azhari, MS, menjelaskan bagaimana metode analisis wacana dapat digunakan untuk memahami teks klasik dalam konteks budaya dan sejarah. Melalui studi empat teks Melayu klasik, penelitian ini memaparkan bagaimana Majapahit mempengaruhi dan dipengaruhi oleh dunia Melayu, termasuk dalam aspek politik, cerita rakyat, dan genealogi. Buku ini juga membahas konsep genealogi dan ruang Melayu-Jawa, serta politik perkawinan antara Majapahit dan Melayu. Dengan analisis mendalam, penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan historis dan budaya antara Majapahit dan dunia Melayu. --- singkat ini dirancang untuk cover belakang buku, memberikan gambaran tentang isi dan tujuan penelitian dalam bahasa yang ringkas namun informatif.
Unduh untuk perangkat lain: